NIKMATNYA JADI WALI KELAS

•September 4, 2008 • & Komentar

KI HAJAR DEWANTARA 100 TAHUN KEBANGKITAN

•Mei 2, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

100 tahun kebangkitan pendidikan, moment perjuangan pendidikan bangsa Indonesia untuk memajukan dan mencerdasakan anak bangsa.  Tokoh Pejuang dunia pendidikan Indonesia telah membuka jalan bagi kaum yang tertindas dan terbelenggu oleh kebodohan dan keterbelakangan pendidikan. Bangsa yang maju diawali dengan pendidikan yang memadai, muncul tunas-tunas bangsa yang memiliki kepandaian yang memadai di dalam memimpin bangsa Indonesia menuju gerbang kemerdekaan. Refleksi dari perjuangan mereka di dunia pendidikan sekarang dapat kita nikmati hasilnya dengan dukungan dari negara yang tertuang di dalam UUD 1945 ikut serta mencerdasakan anak bangsa.

YaNg TeRSisa DaRi UAN

•April 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ujian  Akhir Nasional Tingkat SMU/SMK telah selesai  kini tinggal menunggu hasil, akankah jerih payah selama ini akan berbuah manis atau pahit. Semua telah dipertaruhkan dalam ajang bergengsi ini..dan apa yang terjadi sungguh menyisakkan moment yang tak enak untuk didengar, dengan terkuaknya satu-persatu kasus tak sedap mengenai jalannya UAN. Dan permasalahan yang ada sebenarnya masalah klasik yang dari dulu-dulu ya cuma itu-itu aja, salah satu masalah karena ketakutan para Civitas Akademik yang akan turun pamor  bila anak didiknya tidak lulus 100%. Ujung-ujungnya dengan segala cara ditempuh, walapun bukan rahasia umum lagi bahwa banyak sekolah-sekolah yang menerapkan strategi buat menghadapi UAN itu sah-sah saja, selama itu mengedepankan nilai-nilai moral. Bila semua komponen yang terkait mau menyadari tidak ada kecurangan dalam pelaksaan UAN, biarkan anak didik menyelesaikan tugasnya dan selaku pendidik juga melaksanakan kewajibannya menghantarkan anak ke gerbang kelulusan. Bila semua itu balance nilai dari final pasti akan memuasakan karena itu semua itu merupakan hasil dari jerih payah yang murni 100%.

MODAL 100 Rp. jadi 1.000 Rp.

•April 25, 2008 • 1 Komentar

Pemilihan..ya pemilihan, sekarang lagi in-nya dunia Indonesia disibukkan dengan pemilihan..baik tingkat daerah maupun tingkat pusat. Semua orang sibuk mempersiapakan trik dan tips (iya itu yang aku dengar dari omongan orang pinggiran) biar jadi pemenang..siapa sich yang mau jagonya kalah dalam pemilihan..itung-itung balik modal..kalau ndak ya..minimal impas..iya jadinya kaya prinsip simbok aku..modal sekecil-kecilnya tapi untung sebanyak-banyaknya..prinsip orang dagang maklum simbokku jualan di pasar..ya dikit-dikit ngerti bahasa tawar-menawar. Lanjutkan membaca ‘MODAL 100 Rp. jadi 1.000 Rp.’

R.A. KARTINI

•April 21, 2008 • 1 Komentar

21 April 2008, hari bersejarah bagi kaum perempuan Indonesia. R.A Kartini sosok yang lekat dengan perjuangan kaum wanita di jaman penjajahan, di antara ketertindasan kaum penjajah yang semena-mena terhadap kaum pribumi, terutama kaum wanita yang tertinggal di dalam pendidikan R.A Karini dengan semangat juang beliau mencoba berbuat untuk kaumnya yaitu mendirikan sekolah khusus keputrian. walaupun banyak yang tidak mendukung dan banyak yang mencemooh usahanya R.A Kartini tetap berusaha dan berjuang disela-sela kesibukan sebagai istri Bupati. Usaha R.A Kartini tak sia-sia, gayung bersambut, sekolah keputrian yang semula khusus buat wanita berdarah ningrat, kini dibuka untuk kaum pribumi yang mau belajar. Dan kini kita bisa menikmati hasil berjuangan dengan banyaknya perempuan-perempuan Indonesia berhasil meraih predikat baik Nasional maupun Internasional.Terimaksih R.A Kartini jasamu kan Abadi sepanjang masa.

Kyai Ageng Maliu Pendiri Banjar

•Maret 6, 2008 • & Komentar

Pendahuluan

 Riwayat berdirinya Kabupaten Bajarnegara disebutkan bahwa seorang tokoh masyarakat yang bernama Kyai Maliu sangat tertarik akan keindahan alam di sekitar Kali Merawu selatan jembatan Clangkap. Keindahan tersebut antara lain karena tanahnya berundak, berbanjar sepanjang kali. Sejak saat itu, Kyai Maliu kemudian mendirikan pondok/rumah sebagai tempat tinggal yang baru. Dari hari ke hari kian ramai dengan para pendatang yang kemudian mendirikan rumah disekitar tempat tersebut sehingga membentuk seatu perkampungan. Kemudian perkampungan yang baru dinamai “BANJAR” sesuai dengan daerahnya yang berupa sawah yang berpetak-petak. Lanjutkan membaca ‘Kyai Ageng Maliu Pendiri Banjar’